Resume Artikel Ilmiah “The Correlation of Animal Protein and Calcium Adequacy Level, Stress Level with Exercise Habits towards Primary Dysmenorrhea Pain in Female Students of SMAN 1 Sukabumi City”

 

Artikel ilmiah ini membahas hubungan tingkat kecukupan protein hewani, kalsium, tingkat stres, dan kebiasaan olahraga terhadap nyeri dismenorea primer pada siswi di SMAN 1 Kota Sukabumi. Dismenorea primer adalah nyeri yang terjadi selama menstruasi dan sering dialami oleh remaja perempuan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan produktivitas dan konsentrasi belajar.

Penelitian ini dilakukan menggunakan desain cross-sectional pada 62 siswi kelas 12 di SMAN 1 Kota Sukabumi. Data dikumpulkan melalui wawancara online menggunakan Google Forms dan Zoom, serta pengukuran data nutrisi menggunakan SQ-FFQ (Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire), tingkat stres dengan kuesioner DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale), dan derajat nyeri dismenorea primer dengan skala Wong-Baker. Selain itu, data kebiasaan olahraga juga dikumpulkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan kalsium dengan derajat nyeri dismenorea primer. Siswi dengan tingkat kecukupan kalsium yang cukup cenderung mengalami nyeri dismenorea yang lebih ringan. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat kecukupan protein hewani, tingkat stres, dan kebiasaan olahraga dengan derajat nyeri dismenorea primer.

Sebagian besar responden penelitian ini mengalami nyeri dismenorea pada tingkat sedang hingga berat. Penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kecukupan protein hewani yang cukup, tetapi tingkat kecukupan kalsium yang rendah. Selain itu, sebagian besar responden berada pada tingkat stres ringan hingga sedang, dan sebagian besar tidak berolahraga secara teratur.

Meskipun demikian, meski terdapat hubungan signifikan antara kalsium dengan nyeri dismenorea, hubungan tersebut tidak ditemukan pada variabel lainnya. Peneliti menyarankan agar siswi meningkatkan asupan kalsium dan menjaga pola makan seimbang untuk mengurangi nyeri menstruasi. Penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut yang mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nyeri dismenorea primer.

Kesimpulannya, kecukupan asupan kalsium berperan penting dalam mengurangi derajat nyeri dismenorea primer, sementara protein hewani, tingkat stres, dan kebiasaan olahraga tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Peneliti juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menangani nyeri dismenorea, termasuk melalui perubahan gaya hidup dan konsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.

TUGAS PKKMB : Muhammad Faruq Al-irsyad

Komentar